JAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII periode 2026–2031.

Ketua DPW LDII Kalimantan Timur, Krishna Purnawan Candra, menegaskan bahwa keputusan Munas yang diambil secara aklamasi tersebut mencerminkan soliditas organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh hasil Munas X LDII. Ini menunjukkan kekompakan organisasi dalam melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan Dody diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis oleh KH Chriswanto Santoso, sekaligus memperkuat kontribusi LDII di tengah masyarakat.
Krishna juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah, sejalan dengan arahan Ketua Umum terpilih. Ia memastikan seluruh jajaran LDII di Kalimantan Timur siap bergerak selaras dengan kebijakan DPP.
“Kami di daerah siap mengawal dan menyinergikan program kerja DPP hingga ke tingkat DPW, DPD, PC, dan PAC agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kepemimpinan baru menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.
Senada dengan itu, Ketua DPD LDII Kutai Timur, Theo Okta Wirawan, juga menyatakan kesiapan jajaran di daerah untuk mendukung arah kebijakan organisasi di bawah kepemimpinan Dody.
“Kami siap mendukung penuh dan memastikan program LDII dapat berjalan hingga ke akar rumput,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam Munas X LDII yang digelar di Jakarta, Dody Taufiq Wijaya terpilih secara aklamasi menggantikan KH Chriswanto Santoso yang tidak kembali mencalonkan diri karena alasan kesehatan.

DPW LDII Kalimantan Timur berharap, kepemimpinan baru ini dapat membawa organisasi semakin berkembang, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (*/lines)

