Balikpapan – Ketua terpilih Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan periode 2026–2031, Mujiono SE, MH, menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih profesional, solid, dan adaptif melalui penguatan internal serta peningkatan sinergi dengan berbagai instansi mitra.
Komitmen tersebut disampaikannya usai terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) V Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bairuha, Gunung Guntur, Balikpapan, pada 26 April 2026.
Mujiono mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota dan para pembina kepada dirinya untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan. Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
“Pertama saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan Senkom Mitra Polri maupun para pembina mempercayakan saya sebagai ketua. Ini adalah amanah yang sangat berat bagi saya, hanya tetap harus saya jalankan semampu saya sebagai ketua,” kata Mujiono.
Sebagai langkah awal, ia akan melakukan pembenahan internal organisasi, termasuk menyusun struktur kepengurusan yang efektif dengan menempatkan personel sesuai kompetensi dan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, penataan sumber daya manusia menjadi fondasi penting sebelum menjalankan berbagai program kerja yang telah dirumuskan dalam forum musyawarah.
Mujiono menjelaskan bahwa program kerja kepengurusannya dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada penguatan organisasi dari dalam agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Setelah proses penataan internal selesai, kepengurusan baru akan menyusun dokumen program kerja untuk dilaporkan kepada Dewan Pembina sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi selama masa bakti 2026–2031.
Dalam jangka panjang, Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan akan memprioritaskan peningkatan kualitas dan profesionalisme anggota melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
“Yang pertama saya ajukan itu menjadi Senkom Mitra Polri supaya menjadi profesional, terutama di penggunaan alat pelindung diri. Kemudian ada beberapa diklat yang disampaikan di komisi satu maupun komisi dua, diklat, TOT, kemudian penguatan komunikasi dengan kepolisian dan mitra-mitra yang lain,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas anggota, hasil Muskot juga menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan instansi strategis.
Mujiono menyebutkan bahwa kolaborasi akan diperkuat pada tiga klaster utama Senkom Mitra Polri, yakni kebencanaan, bela negara, serta keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pada klaster kebencanaan, Senkom akan meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan Basarnas. Sementara pada bidang bela negara, kerja sama akan dibangun bersama Kesbangpol. Adapun pada bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, sinergi dengan TNI dan Polri akan terus diperluas.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah nota kesepahaman yang telah dijalin oleh Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri dengan institusi kepolisian akan diadopsi dan diimplementasikan di tingkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Mujiono mengajak seluruh anggota untuk aktif memberikan saran dan masukan yang membangun demi kemajuan organisasi. Menurutnya, keberhasilan program kerja tidak hanya bergantung pada ketua dan pengurus, tetapi juga partisipasi seluruh anggota.
Ia berharap setiap personel dapat menjalankan tugas yang diberikan organisasi secara maksimal dan penuh tanggung jawab sehingga Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan semakin dipercaya sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang keamanan, kebencanaan, dan bela negara.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kepengurusan baru Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan optimistis mampu mewujudkan organisasi yang profesional, modern, dan siap menjawab berbagai tantangan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

