
BALIKPAPAN – Pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Balikpapan H. Herry Fathmasyah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo M.M. di Balai Kota, Rabu 13 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan menyampaikan sejumlah program kemasyarakatan yang siap disinergikan dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
Dalam audiensi tersebut, LDII menegaskan komitmen untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan kota melalui pembinaan generasi muda dan peningkatan ketertiban masyarakat.
Empat poin utama disampaikan LDII:
1. Pembinaan Pencak Silat melalui Persinas ASAD
LDII memohon dukungan Pemkot agar instrumen Persinas ASAD dapat digunakan untuk membina dan melatih generasi muda LDII di bidang pencak silat. Program ini diharapkan membentuk pemuda yang sehat, disiplin, dan berkarakter.
2. Peran Aktif dalam Ketertiban Masyarakat lewat Senkom
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban, LDII mengarahkan warganya untuk mengikuti pembinaan dan pelatihan di Senkom Mitra Polri. Langkah ini dimaksudkan agar warga LDII dapat berperan sebagai penggerak ketertiban di lingkungan masing-masing.
3. Penyampaian Langsung oleh Ketua Persinas ASAD dan Ketua Senkom
LDII meminta Ketua Persinas ASAD dan Ketua Senkom Kota Balikpapan untuk memaparkan secara langsung uraian program kepada Wawali. Hal ini agar rencana kerja sama dapat diselaraskan dengan program kerja Pemkot.
4. Pembentukan Karakter melalui Pendidikan Formal dan Pesantren
Untuk pembinaan karakter sejak dini, LDII menitipkan pendidikan generasi mudanya mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA pada dua jalur. Pendidikan formal melalui Yayasan Tri Sukses Generus, sedangkan pendidikan agama melalui Yayasan Pondok Pesantren Bairuha.
Wakil Wali Kota Balikpapan menyambut baik inisiatif LDII tersebut. Ia menilai program yang disampaikan sejalan dengan upaya Pemkot dalam memperkuat karakter generasi muda dan menjaga kondusivitas masyarakat.
“Kami terbuka dengan kolaborasi yang membawa manfaat nyata bagi warga. Pembinaan pemuda lewat olahraga, bela negara, dan pendidikan karakter sangat kami dukung,” ujarnya.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti pembahasan secara teknis bersama dinas terkait, sehingga program dapat segera diimplementasikan di lapangan. (kaltim/pro)

