Ramadan LDII Dinilai Sukses, Ketua Umum Tekankan Moderasi Beragama dan Peran Pemuda

SURABAYA – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, KH Chriswanto Santoso, menyatakan rangkaian kegiatan Ramadan yang dilaksanakan warga LDII di seluruh Indonesia berjalan sukses dan memberikan dampak positif.

Ia menilai, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat moderasi beragama serta peran generasi muda dalam kehidupan sosial.

“Alhamdulillah, kegiatan Ramadan tahun ini berjalan dengan baik di seluruh Indonesia. Saya mengapresiasi keterlibatan pengurus dan warga LDII dari pusat hingga pimpinan anak cabang (kelurahan). Ini menunjukkan bahwa warga LDII mampu menjalankan ibadah secara optimal sekaligus berkontribusi dalam menjaga kerukunan, kebersamaan dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” ujar KH Chriswanto Santoso.

Menurutnya, berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil gratis kepada pengendara yang berpuasa menjadi sarana membangun kepedulian sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut juga dinilai memperkuat nilai moderasi beragama yang mengedepankan toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati.

Selain itu, program “5 Sukses Ramadan” tetap menjadi pedoman utama warga LDII dalam meningkatkan kualitas ibadah, meliputi sukses puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, meraih Lailatul Qadar, serta menunaikan zakat fitrah.

“Program ini bukan hanya mendorong peningkatan ibadah secara individu, tetapi juga membangun karakter umat yang disiplin, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelasnya.

Chriswanto juga menyoroti peran aktif generasi muda dalam menyukseskan berbagai kegiatan Ramadan, mulai dari distribusi takjil, pengelolaan kegiatan masjid, hingga keterlibatan dalam tarawih keliling.

“Generasi muda LDII menjadi motor penggerak di lapangan. Ini sangat penting sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi penerus yang tidak hanya religius, tetapi juga peka, adaptif dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tarawih keliling yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menjadi simbol sinergi dan persatuan umat.

“Kami terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan ormas Islam lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga keutuhan bangsa,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap semangat Ramadan dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat persatuan nasional.

“Nilai-nilai Ramadan harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan moderasi beragama, kita optimistis dapat menjaga harmoni dan membangun bangsa yang lebih baik,” tutup KH Chriswanto Santoso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top